Menyusun Laporan Keuangan Warnet





pada saat sekarang menyusun laporan keuangan warnet bagi para pengusaha warnet bukanlah hal yang tak begitu penting, mungkin menurut mereka mendapatkan hasil yang tinggi setiap harinya mereka sudah merasa cukup baik dalam mengelola warnetnya.

Tetapi menyusun laporan keuangan warnet merupakan hal yang begitu penting bagi saya, kenapa ? karena dengan adanya laporan keuangan warnet ini kita dapat mengetahui naik turunnya keuangan usaha warnet kita.

sebelum kita membahas lebih lanjut, kita akan mendefinisikan apa itu laporan keuangan. laporan keuangan adalah Neraca dan Laba Rugi , tapi kalo akuntan akan bilang bahwa ada satu lagi yang namanya Cash Flow Statement, atau laporan arus kas. jadi dapat disimpulkan bahwa laporan keuangan adalah laporan akuntansi utama yang mengkomunikasikan informasi keuangan kepada pihak-pihak yang berkepentingan, sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan ekonomi.


Langkah-langkah menyusun laporan keuangan warnet :

  • Buatlah kelompok akun laba rugi (akun rill) yang terdiri dari :
1. pendapatan

pada bagian ini pendapatan merupakan akun untuk menampung semua pendapatan dari pelanggan mulai dari penyewaan warnet, penjualan makanan & minuman, pencetakan, burning cd dan lain sebagainya.Dengan cara ini, maka setiap aktivitas produksi dapat di lihat secara individual kontribusinya terhadap keuntungan yang di hasilkan.

2. Biaya operasional langsung

Rincian biaya di sini harus memperhatikan kelompok rincian pendapatan, sehingga bisa di cari keterkaitan antara pendapatan dan biayanya. Tujuan dari pengelompokan ini adalah untuk mengukur besarnya kontribusi masing-masing jenis pendapatan terhadap keuntungan yang diperoleh.

3. Biaya umum dan administrasi

biaya umum dan adminstrasi adalah semua jenis biaya tidak langsung, yang menjadi pengeluaran rutin baik secara harian, mingguan atau bulanan selama biaya tersebut bersifat umum, karena memberikan kontribusi tidak lansung kepada aktivitas produksi.

4. Biaya penyusutan dan Amortisasi

maksud dari tujuan biaya ini adalah agar pembebanan biaya bisa didistribusikan ke periode lain dimana manfaat atas pengeluaran atau pembelian aktiva tersebut masih dinikmati. Kita ambil sebuah contoh : saat kita beli Komputer, tentu saja dipakai selama periode dimana umur aktiva tersebut secara ekonomis masih wajar. Misalnya 2 tahun, maka setiap bulan dapat dihitung dengan formula sebagai berikut:


P = (Bi-S) /U

Ket :
P (Biaya penyusutan per bulan)
Bi (Harga beli komputer)
S (Nilai sisa)
U (Umur manfaat <2 bulan =" 24">)

Dimana nilai sisa merupakah perkiraan hasil penjualan perangkat computer tersebut saat umur ekonomisnya berakhir.

Sedangkan contoh amortisasi adalah Biaya sewa tempat yang dibayar untuk 2 tahun kedepan. Nah bagaimanapun lamanya masa sewa, kita akan sesuaikan besaranya dengan formula sebagai berikut :


As = Wa / M


Ket :
As (Biaya Amortisasi Sewa/bln)

Wa (Biaya Sewa yang dibayarkan sekaligus dimuka)
M (Masa sewa dalam satuan bulan, misalnya 2 tahun maka M = 24
)
 

Dan untuk biaya yang sifatnya memberikan manfaat jangka panjang atau lebih dari satu periode operasi normal, maka bisa kita kapitalisasikan dengan mendistribusikan bebanya kedalam periode dimana manfaatnya masih bisa dinikmati. Contohnya adalah saat kita merenovasi warnet yang akan di dirikan, mulai dari biaya renovasi (pembangunan), instalasi listrik (menambah daya), instalasi AC, warung dan sebagainya, dengan formula sebagai berikut :


Ab = R/Um

ket :
Ab (Amortisasi Biaya Renovasi/bln)
R (Biaya Renovasi yang dikeluarkan)
Um (Umur manfaat yg diharapkan)


  • Selanjutnya masing-masing akun di pecah lagi sesuai dengan rincian jenis masing masing sumber, misalnya sebagai berikut;
1. Pendapatan
  • Pendapatan Warnet
  • Pendapatan Makanan dan Minuman
  • Pendapatan ATK, Cetak, dll

2. Biaya Operasional Langsung
  • Biaya Bandwith warnet ke ISP
  • Biaya belanja makanan dan minuman
  • Biaya belanja ATK, kerta, toner, dll

3. Biaya Umum dan Administrasi
  • Biaya Gaji Pegawai (OP)
  • Biaya Kebersihan dan Keamanan lingkungan
  • Biaya Pemeliharaan dan perbaikan
  • Biaya lain-lain
4. Biaya Penyusutan
  • Biaya Penyusutan Komputer
  • Biaya Amortisasi Sewa Tempat (kalau sewa tempat)
  • Biaya Amortisasi ongkos renovasi
  • Pengelompokan tersebut tentu saja punya maksud agar setiap aktivitas produksi dapat di ukur kontribusinya terhadap keuntungan yang dihasilkan, sehingga masing-masing rinciannya perlu di sepakati
  • Langkah berikutnya adalah membuat buku kas , yakni buku yang digunakan untuk mencatat semua penerimaan dan pengeluaran harian.
  • penjualan barang yang lainya . berikut contoh format buku persediaan barang :Setelah membuat buku kas, kita akan membuat buku persediaan tujuannya untuk mencatat jumlah persediaan barang dagangan, seperti kertas, CD, jumlah makanan & minuman
  • No
  • Tanggal (tanggal/bulan/tahun)
  • Nama barang
  • Satuan (buah, pak ,set dsb)
  • Barang Masuk
i. Kuantitas
ii. Jumlah (Rp)
  • Barang keluar
i. Kuantitas
ii. Jumlah (Rp)
  • jumlah saldo (barang)
i. Kuantitas
ii. Jumlah (Rp)

  • Langkah terakhir adalah menyusun laporan laba rugi berdasarkan buku kas yang sudah dibuat, dimana setiap transaksi yang sudah diberi nomor akun, di kelompokkan sesuai dengan kelompok dan laporan laba rugi, dimana masing-masing aktivitas produksi bisa di tampilkan kinerjanya, serta berapa besar uang kas yang masuk, dan keuntungan bersih yang diterima oleh pengusaha warnet.
Anda masih bingung melihat bacaan di atas, baiklah saya akan memberikan contoh laporan keuangan warnet
laporan keuangan (.doc)
laporan keuangan (.xls)

Mungkin itu yang dapt saya jelaskan mengenai cara menyusaun laporan keuangan warnet. semoga dapat bermanfaat bagi pembaca khususnya bagi para pengusaha warnet yang baru memulai usaha warnet .

Oleh karena itu saya harapkan anda dapat memahami apa itu warnet dan bila anda membutuhkan instalasi jaringan warnet atau mempunyai pertanyaan atau kurang paham, anda bisa mengirim ke e-mail saya | sinar_inside@yahoo.com | or | 021-96675646 / 0899924598

Tidak ada komentar:

Share this Post